Assalamu alaikum. Ustadz/ ustadzah, ada ilmu begini:
Manusia dalam beramal ibadah ada 3 macam niat:
1. Karena takut neraka
2. Karena ingin masuk surga
3. Karena ingin ridlo Allah swt
Katanya ketiganya baik tapi semakin ke nomor berikutnya lebih baik. Jadi yang terbaik katanya adalah untuk mencari ridlo Allah swt. Tapi saya tidak bisa dan tidak ingin mencari ridlo Allah. Saya cuma ingin nomor 1 dan 2. Bisa nggak amal ibadah saya diterima?
Ada pertanyaan begini:
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kamu bersujud kepada-Nya?
Kalau ditanya pertanyaan di atas sepertinya saya akan jawab tidak. Kenapa? Karena saya ingin jawaban no. 1 dan 2 di atas. Kalau surga dan neraka tidak ada, dan kalau ibadah bukan untuk surga dan selamat dari neraka, untuk apakah kita beribadah?
Untuk ridlo Allah. Ok. Misalnya sudah dapat ridlo Allah, lalu kita akan mendapat balasan apa kalau bukan surga? Kita akan dimasukkan ke mana setelah mendapatkan ridlo Allah kalau bukan surga? Adakah tempat yang diridloi Allah selain surga? Apakah ridlo Allah itu? Kembali ke pertanyaan awal: untuk apakah kita beramal dan beribadah kalau bukan untuk surga dan selamat dari neraka? Ridlo Allah. Seperti apakah ridlo Allah itu?
Saya punya dugaan seperti ini:
Ridlo Allah itu berhubungan dengan cinta dengan Allah. Jika kita mencintai Allah maka kita akan berusaha melakukan apa yang Allah ridloi dan tidak melakukan apa yang tidak Allah ridloi. Seperti misalnya kita mencintai seseorang. Misalnya suami, istri, orang tua, sahabat, pemimpin. Maka kita akan berusaha melakukan apa yang dia sukai/ dia senangi. Kita tidak akan melakukan perbuatan2 yang tidak dia sukai, yang dia tidak dia rela, yang tidak dia senangi, yang membuatnya marah, yang membuatnya sedih. Kita tidak akan menyakiti atau membahayakannya. Apakah ridlo Allah juga seperti itu?
Kalau benar seperti itu, maka, maaf. Saya masih belum bisa. Karena saya belum cinta Allah. Menurut saya, Allah juga tidak cinta saya. Karena saya bukan orang soleh. Jika saya sudah menjadi orang soleh, rajin beribadah, tidak pernah bermaksiat baru saya bisa mengatakan kalau saya cinta Allah. Dengan begitu pula saya bisa beranggapan bahwa Allah swt mencintai saya.
Sedangkan saya sekarang masih bukan menjadi orang soleh. Saya masih jarang beribadah. masih sering bermaksiat. jadi wajar kalau saya beranggapan bahwa Allah belum/ tidak mencintai saya. jika Allah mencintai saya baru saya akan mencintai Allah.
Manusia dalam beramal ibadah ada 3 macam niat:
1. Karena takut neraka
2. Karena ingin masuk surga
3. Karena ingin ridlo Allah swt
Katanya ketiganya baik tapi semakin ke nomor berikutnya lebih baik. Jadi yang terbaik katanya adalah untuk mencari ridlo Allah swt. Tapi saya tidak bisa dan tidak ingin mencari ridlo Allah. Saya cuma ingin nomor 1 dan 2. Bisa nggak amal ibadah saya diterima?
Ada pertanyaan begini:
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kamu bersujud kepada-Nya?
Kalau ditanya pertanyaan di atas sepertinya saya akan jawab tidak. Kenapa? Karena saya ingin jawaban no. 1 dan 2 di atas. Kalau surga dan neraka tidak ada, dan kalau ibadah bukan untuk surga dan selamat dari neraka, untuk apakah kita beribadah?
Untuk ridlo Allah. Ok. Misalnya sudah dapat ridlo Allah, lalu kita akan mendapat balasan apa kalau bukan surga? Kita akan dimasukkan ke mana setelah mendapatkan ridlo Allah kalau bukan surga? Adakah tempat yang diridloi Allah selain surga? Apakah ridlo Allah itu? Kembali ke pertanyaan awal: untuk apakah kita beramal dan beribadah kalau bukan untuk surga dan selamat dari neraka? Ridlo Allah. Seperti apakah ridlo Allah itu?
Saya punya dugaan seperti ini:
Ridlo Allah itu berhubungan dengan cinta dengan Allah. Jika kita mencintai Allah maka kita akan berusaha melakukan apa yang Allah ridloi dan tidak melakukan apa yang tidak Allah ridloi. Seperti misalnya kita mencintai seseorang. Misalnya suami, istri, orang tua, sahabat, pemimpin. Maka kita akan berusaha melakukan apa yang dia sukai/ dia senangi. Kita tidak akan melakukan perbuatan2 yang tidak dia sukai, yang dia tidak dia rela, yang tidak dia senangi, yang membuatnya marah, yang membuatnya sedih. Kita tidak akan menyakiti atau membahayakannya. Apakah ridlo Allah juga seperti itu?
Kalau benar seperti itu, maka, maaf. Saya masih belum bisa. Karena saya belum cinta Allah. Menurut saya, Allah juga tidak cinta saya. Karena saya bukan orang soleh. Jika saya sudah menjadi orang soleh, rajin beribadah, tidak pernah bermaksiat baru saya bisa mengatakan kalau saya cinta Allah. Dengan begitu pula saya bisa beranggapan bahwa Allah swt mencintai saya.
Sedangkan saya sekarang masih bukan menjadi orang soleh. Saya masih jarang beribadah. masih sering bermaksiat. jadi wajar kalau saya beranggapan bahwa Allah belum/ tidak mencintai saya. jika Allah mencintai saya baru saya akan mencintai Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar