Jumat, 12 Desember 2014

antara Islam dan liberal

 Antara islam dan liberal

#antara islam dan liberal

#antara ketaatan dan kebebasan

#belum mau taat

#belum mau berakhlak

#belum mau sholeh

Beberapa hari yang lalu aku asyik ngobrol dengan kakakku. Dari pembicaraan itu ada yang menjadi masukan bagiku yaitu aku itu kalau dalam syariah dan khilafah kuat banget. Katanya aku kaku sampai gampang menyalahkan orang lain.ini menurut dia sih. Di satu sisi islamku sudah jadi tapi di sisi lain ada sisi yang jomplang. Aku masih punya budaya jahiliyah katanya. Contohnya aku masih belum tahu akhlak dengan orang lain dan diri sendiri. Aku masih berpikiran jahiliyah dari lagu-lagu kesukaanku, pakaian, kata-kata dan pikiranku. Perbuatanku juga gitu.

Aku renungkan kata-kata itu ternyata ada benarnya. Sebenarnya aku masih belum solih. Aku masih belum sepenuhnya mau bertaqwa. Aku masih belum mau islam kaffah. Masih ada masalah hati di sini antara aku dengan islam. masih ada jarak dan masih ada lubang di dalam hati ini yang belum dilengkapi dan terisi. Masalah-masalah itu antara lain:

1). Antara islam dan dunia modern

Antara islam dan dunia modern. Ada gambaran dalam benakku orang itu hanya ada dunia: orang islam dan orang modern. Orang islam itu santri. Setiap hari pakaiannya baju koko putih, peci dan sarung. Pekerjaannya sholat, dzikir dan baca Al-qur’an terus. Hidupnya di rumah, mushola, madrasah. Nggak ada dunia selain itu. Pekerjaannya mengaji kitab kuning. Dari sisi dunia mereka miskin. Mereka sering mengadakan pengajian khataman Al-qur’an, tibaan, yasinan, tahlilan, istigotsah dll. Itu adalah gambaran yang kudapat dari pengalaman madrasah waktu SMP.

Selasa, 09 Desember 2014

aku nggak soleh

 dear, kepada teman-teman tercinta dan aku sayangi. aku akan membuat pengakuan. kayak di gereja sama pastur aja. gak penting itunya. yang penting pengakuanku ini. ini jujur dari hatiku.

maafkan aku. sebenarnya aku belum soleh. aku belum sepikiran dan sehati dengan islam. kelakuan dan akhlakku pun belum islami. aku masih sekuler, liberal dan lain-lain walau aku nulis islam.

aku selama ini sudah nulis banyak posting islam tapi aku sendiri belum islam yang baik. aku jadi merasa bersalah. aku jadi menyuruh orang jadi islam baik tapi aku sendiri. ini tidak baik. aku jadi kayak orang munafik. kata suatu hadist orang yang kayak gini nanti masuk nerak, perutnya disobek terus diikat ke suatu gerobak, lalu orang itu ditarik ke gerobak itu. serem. begitulah orang yang nyuruh amal baik tapi dia sendiri gak ngelakuin yang dia suruh. serem.

orang munafik lebih seram lagi. dia akan ditaruh di neraka yang paling rendah. lebih rendah daripada orang kafir. mereka bakalan disiksa selamanya. tak ada harapan untuk mereka untuk keluar dari neraka. sampai kapanpun. abadi di neraka. ini karena mereka menyembunyikan kekafiran mereka. berbeda dengan orang kafir yang menampakkan kekafiran mereka.

yah, kenapa aku belum islam kaffah dan soleh, karena aku belum menemukan pandangan hidup dalam islam. aku belum menemukan ketenangan dan kebahagiaan dalam islam. yang aku temukan dalam islam selama ini hanya aturan, syariah, khilafah, dakwah, jamaah, taat amir. aku disuruh ke sana kemari. aku nggak boleh gini gitu. nggak cocok dengan kemauanku.

aku jadi punya guilty pleasure. kesenanganku jadi terasa salah sedangkan kebenaran dan ketaatan bagiku rasanya susah dan tidak menyenangkan bagiku. segala yang kulakukan jadi terasa salah. aku tak suka yang benar dan aku suka yang salah. aku tak bisa bahagia kalau begini terus. aku jadi merasa ditindas dengan islam terus. islam adalah kebenaran yang menyakitkan bagiku. aku jadi hidup dalam kesedihan, rasa bersalah, ketakutan, penindasan, tekanan, ancaman. tuntutan, perintah dan larangan.

aku ingin bebas. aku ingin bahagia. aku nggak mau ditindas lagi. karena itu aku ingin keluar. aku nggak mau taat. tapi kalau begitu aku nanti masuk neraka abadi. kafir dan disiksa selamanya. lalu hidupku penuh maksiat. tidak ada ridho Alloh. tidak ada barokah. tidak ada pahala untukku. hanya ada dosa. tidak ada kemananan dalam liberalisme dan sekulerisme pragmatis. nanti dalam hidupku Alloh tidak mau menolongku dan tidak mau mengabulkan doaku. terus nanti aku harus gimana? hidupku penuh badai takdir yang selalu mengancamku. kalau Alloh tidak menolongku terus aku berdoa sama siapa? kalau aku berdoa pada selain Alloh nanti aku jadi kafir.

Minggu, 07 Desember 2014

antara ketaatan dan kebebasan

 ini masalah dari dulu antara aku dengan jamaah tempat aku ngaji, HT. aku dari dulu belum bisa taat sepenuhnya dengan islam dan HT. aku belum bisa menjadi soleh. aku belum menjadi islam kaffah. hatiku belum sehati dengan islam. pikiranku juga belum sepikiran dengan islam. aku belum mau.